Archive for January, 2011

Hari Pertama UAS ku..

Wow.. ini hari pertama aku UAS di semester 5.. dan ya allah.. terasa begitu sangat berat.

Hari ini jadwal UAS ada 2. Komunikasi Data dan komputer grafik. Komunikasi data ku belum tak apa-apakan, jangankan presentasi buat dipahami sendiri aja aku belum ngerti. Sedangkan komputer grafik masih dalam antrian.. Nggak jelas banget kapan bisa lolos dari antrian ini. Padahal sudah tunggu dari 3 jam yang lalu.

Eh.. Ternyata ditengah jalan ada yang bimbingan, terusir deh.. sampek sekarangf. Padahal aku tadi sudah bela belain pulang duluan dari school.. Yach.. sepertinya nasib baik sedang jauh dari aku.

Kalo aku boleh meminta pada bapak dosen yang terhormat, “Jangan kasih kami menunggu kalo memang tidak ada waktu untuk itu..”

Dosenku ini emang salah satu dosen yang agak lumayan. Lumayan molornya kalo soal waktu. Rasanya sampe nggak ada yang tepat waktu kalo masalah presentasi. Sedikit menyebalkan, tapi ya sudahlah, terim a saja takdir jadi mahasiswa. Mungkin dia sedang dalam proses balas d****m gara-gara dia kuliah dulu..

Cerita “New Moon”

06-Januari-2011

Beberapa hari ini nggak enak badan. rasanya sakit dibagian tertentu yang bikin aku takut kalo terkena suatu penyakit yang lumayan parah. Tapi it’s ok.. selagi aku berpura tidak sakit, toh nggak ada yang tau aku sakit, sampai aku nulis di blog ini tentunya.

Tapi bukan itu bagian yang ingin aku ceritakan sekarang.

Tadi malam aku bubuk jam setengah 5, tepat setelah adzan subuh. Kemarin adek nya aku pinjam bku di perpustakaannya. Judulnya “New Moon ‘Dua Cinta'”. Sebelumnya aku nggak gitu tertarik dengan film nya. temen-temen ku bilang bagus. tapi entah kenapa kok aku nggak sreg. Tapi tadi malam aku mencoba membaca bukunya, dan itu membuat aku benar-benar nggak bisa bubuk. aku nggak bisa melewatkan 1 kalimatpun dari buku itu. Karena setiap kalimat berhubungan dengan kalimat lain, sehingga kalo ketinggalan bisa jadi nggak menarik lagi. Yang aku suka dari membaca buku adalah aku bisa berimajinasi tanpa batas. dan terus ada di kepalaku hingga berhari-hari. Aku memang bisa dibilang kecanduan buku. tapi buku cerita, novel dkk..

Aku suka sekali tokoh “edward cullen”. Dalam imajinasiku dia adalah sosok seorang pangeran yang selama ini selalu menemani khayalanku. Andaikan dia nyata. “Edward Cullen” benar-benar sosok yang romantis. Dia begitu mempesona. Lembut. Aku sampai nggak bisa membayangkan pada saat bella mengatakan “Dia memandangku dengan senyum separuhnya yang selalu menggetarkan hatiku”. Oh my god.. Andai saja..

Aku sebenarnya kurang suka dengan pemeran “edward cullen”. Tapi karena sepertinya aku tersihir dengan cerita semalam, membuat aku mau tak mau membayangkan dia. Yach.. dia.. begitu sempurna.. Indah.. Mengagumkan.. Suaranya selembut beludu.. Seandainya aku menjadi Bella..

benar-benar cool..